Masuk SMA

Setelah lulus SMP saya melanjutkan ke SMA, tepatnya di SMAN 1 Kutowinangun, Kebumen. SMA saya—lebih sering disingkat SMANSAKU—terletak di pinggir jalan raya lintas selatan, tepanya di Jalan Raya Barat No. 185 Kutowinangun. Saya masuk SMA pertengahan tahun 2009 sekitar bulan Juli dan masuk di kelas X.3. Letak SMA saya cukup jauh dri rumah, sekitar 4 km. Saya berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Meskipun sudah ada angkutan umum menuju ke sekolah, saya jarang menggunakannya. Saya lebih enjoy naik sepeda…hehe.

Perjalanan dari rumah menuju sekolah memerlukan waktu sekitar 20 menit jika menggunakan sepeda. Saya biasa berangkat pukul 06:30 WIB. Seringnya saya berangkat sendiri dari desa saya. Sebab hanya sedikit orang yang seangkatan saya sekolah di SMANSAKU. Meskipun ketika berangkat kadang saya juga bertemu teman satu desa saya di jalan.

Sejak dari SD hingga SMA saya jarang sekali diberi uang saku oleh orang tua saya. Saya menyadari orang tua saya tidak mempunyai uang untuk bekal saya ke sekolah. Bisa sekolah di SMA saja saya sudah sangat bersyukur. :D. Sejak dari SD kelas 1 bapak saya wafat. Sehingga satu-satunya tulang punggung keluarga hanyalah ibu saya yang semakin sepuh. Orang tua saya bekerja sebagai petani di desa dengan penghasilan tak seberapa. Sebagai petani tentu sangat mengandalkan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan keluarga, baik itu untuk makan sehari-hari, bayar listrik, membiayai sekolah dsb. Itupun musiman. Butuh waktu sekitar 5-6 bulan untuk menuai panen padi. Selebihnya tidak ada penghasilan lain. Dengan keadaan seperti itu, saya jarang meminta uang untuk sekadar uang saku. Saya meminta uang saku hanya ketika benar-benar membutuhkan saja, seperti misalnya ketika ada pelajaran olahraga ataupun ketika kehabisan buku tulis, pulpen, dsb.

Alhamdulillah. Meskipun dalam kondisi yang serba terbatas saya tetap menikmati perjalanan menuntut ilmu di sekolah:D. Bagi saya yang utama adalah belajar, belajar, dan belajar. Yang penting bagi saya adalah bagaimana saya tetap berprestasi dalam keterbatasan dan kekurangan. Hari-hari saya selama SMA lebih banyak saya isi dengan belajar, baik di sekolah maupun di rumah. Sebab, walau bagaimanapun saya harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dengan mendapatkan beasiswa prestasi. Saya tidak ingin menjadi pengangguran selepas SMA. Sehingga saya harus menjadi orang yang pandai dan jalan untuk menjadi orang yang pandai hanyalah belajar dan juga berdoa. Untuk itulah saya lebih mengutamakan belajar daripada yang lainnya.

Alhamdulillah. Segala puji dan syukur hanya bagi Allah SWT. Sejak Semester 1 hingga semester 6 SMA saya selalu meraih rangking 2 besar di kelas. Di kelas X.3 semester 1 dan 2 saya selalu meraih rangking 2. Di kelas XI, tepatnya kelas XI.IPA.2 prestasi saya di kelas mengalami peningkatan. Di kelas XI saya selalu rangking pertama, Alhamdulillah. Ketika kelas XII, tepatnya kelas XII.IPA.2 saya selalu meraih rangking 2. Yang paling berkesan ketika mendapatkan rangking pertama adalah ketika mendapatkan apresiasi dari sekolah berupa uang prestasi dan juga piagam penghargaan. Woooow, benar-benar bahagia kala itu…heheee..:D

Leave a Reply