Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 10)

Esok harinya—12 Juni 2012—sekitar jam 6 pagi kami bertiga berangkat ke UIN Syahid untuk mengikuti ujian SNMPTN hari pertama. Kami bertiga berangkat melewati tanggul Waduk Situ Gintung dengan berjalan kaki seperti yang telah kami lewati malam sebelumnya. Pada saat itulah kami melihat dengan jelas indahnya pemandangan Waduk Situ Gintung. Subhanalllah. Airnya yang tenang dan bersih semakin menambah keteduhan di dalam jiwa dan raga saya. Luasnya area waduk semakin melapangkan jiwa dan hati saya pagi itu. Waduk Situ Gintung memang sungguh indah dan cantik. Sungguh tak pernah terbayangkan di benak saya dan tak pernah terbersit sama sekali dalam pikiran saya sebelumnya bahwa saya akan mengunjungi sekaligus menyusuri Waduk Situ Gintung. Saya hanya pernah mendengar nama Waduk Situ Gintung ketika waduk ini jebol dan tersiar di televisi beberapa tahun sebelumnya.

waduk situ gintung

Waduk Situ Gintung, Tangerang Selatan

Pagi itu, kami bertiga menuju kampus UIN Syahid menggunakan angkot. Sesampainya di kampus UIN, ternyata sudah banyak peserta yang hadir dan jalanan juga mulai macet 😀 . Subhanallah, kampus UIN Syahid cantik banget lho…hehe. Gedung-gedungnya yang menjulang tinggi terlihat begitu kokoh dan masih baru. Terlebih warna cat temboknya sesuai dengan warna kesukaanku, yaitu warna hijau muda semakin menambah keelokannnya. Gedung-gedung perkuliahan yang tertata rapi dengan gagahnya setinggi 7 lantai—kalau tidak salah—semakin membuat saya bersemangat untuk segera mengerjakan ujian pagi hari itu 😀 .

Meskipun kami bertiga mengikuti ujian di satu kampus, kami tidak satu ruangan. Sehingga kami terpisah ruang dan juga gedung. Saya tidak tahu kedua teman seperjuangan saya ujian di ruang dan gedung yang mana. Ujian hari itu dimulai pukul 08:00 WIB. Namun demikian, setiap peserta diharuskan masuk ruang ujian pukul 07:30 untuk mengisi biodata dan juga pemeriksaan identitas peserta. Ujian pertama berupa Tes Potensi Akademik (TPA) yang membingungkan otak…wkwkw. TPA berlangsung selama satu jam dari pukul 08:00 s.d 09:00 WIB. Setelah itu kami istirahat dari pukul 09:00 s.d 09:45 WIB. Kemudian dilanjutkkan Tes Bidang Studi Dasar yang meliputi mapel Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Tes ini juga berlangsung selama satu jam dari pukul 10:00 s.d 11:00 WIB. Setelah ujian, kami bertemu kembali di pintu gerbang utama kampus UIN Syahid. Kemudian kami pulang ke “rumah” kami dengan mengendarai angkot.

uin syahid jakarta

Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Hari berikutnya—13 Juni 2012—kami berangkat lagi ke kampus UIN. Pagi itu kami berangkat ke tempat ujian tidak menggunakan angkot. Kami bertiga diantar oleh “kakak” kami yang baik hatinya—Fatih abi..hehe—dengan menggunakan sepeda motor. Hari itu, kami mengikuti ujian SNMPTN Tulis hari kedua. Di hari kedua kami mengerjakan Tes Bidang Studi IPA yang meliputi Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Tes ini berlangsung selama satu setengah jam, yaitu dari pukul 08:00 s.d 09:30 WIB.

Saya sendiri merasa bahwa tes hari kedua jauh lebih sulit dari tes hari pertama. Saya hanya memasrahkan kepada Allah SWT untuk semua hasil ujian SNMPTN Tulis saat itu. Lolos atau tidak itu urusan Allah SWT. Yang penting saya sudah berusaha maksimal baik sebelum maupun ketika menghadapi ujian. Setelah tes selesai, kami kembali ke “rumah” dengan berjalan kaki. Lho kok berjalan kaki, bukannya ada angkot?:D. Yaa, memang ada angkot kawan, tetapi kami merasa bahwa jarak antara kampus UIN Syahid tempat kami mengikuti ujian dengan rumah Fatih abi tidak begitu jauh. Hanya butuh beberapa menit saja jika naik angkot. Oleh karena itu, siang itu kami memutuskan pulang dengan berjalan kaki—padahal sebenarnya sih tujuannya “NGIRIT” uang—heheeee.

Alhamdulillah. Perjuangan kami bertiga untuk menghadapi SNMPTN Tulis hari itu telah usai. Kami tinggal menunggu pengumumannya kurang lebih satu bulan setelah ujian. Hari itu—Rabu, 13 Juni 2012—kami telah menyelesaikan ujian SNMPTN Tulis. Artinya kami bertiga juga harus segera pamit dan meninggalkan keluarga Fatih abi untuk selamanya..hehe. Kami merasa tidak enak jika harus menginap lagi, sebab sudah 2 malam kami menginap, makan, minum, mandi, dan tidur secara GRATIS di rumah Fatih abi. Akhirnya sore hari itu juga kami bertiga dan juga Fatih abi kembali ke Jakarta menuju dershane UNJ tempat kami bersemayam 😀 . Alhamdulillah, saya merasa semuanya telah di mudahkan Allah SWT. Skenario hidup yang Allah tentukan memang terasa jauh lebih nikmat daripada skenario semu yang kita tentukan sendiri 😀 .

Balik ke dershane UNJ

Setelah menyelesaikan ujian SNMPTN Tulis pada hari Rabu, 13 Juni 2012, sore harinya kami langsung kembali ke dershane UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur. Ketika itu, kami bertiga dan Fatih abi kembali ke dershane menggunakan busway lagi dan sampai di Halte UNJ sekitar habis isya. Sesampainya di dershane UNJ kami segera istirahat untuk membuang segala kepenatan pikiran 😀 .

Leave a Reply