Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 13)

Mengikuti Ujian SIMAK UI dan Mendaftar UMB-PT

Pada tanggal 8 Juli 2012 saya dan ketiga teman saya mengikuti ujian SIMAK UI di tempat yang berbeda-beda. Saya sendiri ujian di SMKN 26 Jakarta, tidak jauh dari tempat saya tinggal. Sedangkan tempat ujian ketiga teman saya, saya lupa. Ternyata banyak sekali yang mengikuti ujian SIMAK UI kala itu. Itu baru di satu tempat, belum di tempat yang lain. Ya, maklumlah, UI, universitas bergengsi. Ketika ujian berlangsung, saya merasakan begitu sulitnya mengerjakan soal-soal ujian SIMAK UI. Jauh lebih sulit dibandingkan dengan soal-soal SNMPTN Tulis yang telah saya lalui beberapa bulan sebelumnya. Padahal saya bareng teman-teman saya seperjuangan sudah belajar keras sebelumnya. Namun, apa daya soal-soal ujian SIMAK UI memang diperuntukkan bagi mereka yang otaknya benar-benar “encer”. Saat itu rasa pesimis selau membayangi hati dan pikiran saya. Sepertinya saya dilahirkan bukan untuk belajar di UI. Akhirnya, saya mengerjakan soal ujian semampu saya. Masalah hasil semuanya saya serahkan kepada Allah SWT.

simak

Ternyata sulitnya soal-soal ujian SIMAK UI juga dirasakan kedua teman seperjuangan saya, Riri dan Muhtar. Karena belum yakin bisa lolos SNMPTN Tulis dan SIMAK UI, maka kami bertiga mencoba peruntungan yang lain. Saya sendiri banyak mencari informasi seleksi masuk PTN melalui internet. Ternyata saya menemukan masih ada satu jalur terakhir masuk PTN selain jalur Mandiri, yaitu Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT). Setelah mendalami apa itu UMB-PT dan universitas mana saja yang terlibat, saya pun tertarik untuk mendaftarnya. Sebelum mendaftar saya menawari kedua sahabat setia saya, Riri dan Muhtar untuk mendaftar UMB-PT. Namun, mereka berdua menanggapi tawaran saya dengan tanggapan yang dingin, tidak tertarik. Saya menduga mungkin mereka berdua sudah malas mendaftar ini itu dan harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk mengikuti UMB-PT, Rp 300.000,00. Sepertinya virus keputusasaan sudah mulai menjangkiti mereka…heheee.

umb pt 2012

Meskipun demikian, akhirnya saya mantap untuk maju dan mendaftar sendirian tanpa mereka berdua. Pada tanggal 5 Juli 2012 saya mendaftar UMB-PT secara online. Ketika itu, bekal uang saya sudah sangat kritis dan untuk membayar UMB-PT saya hanya punya Rp 100.000, 00. Padahal, biaya UMB-PT sebesar Rp 300.000,00 dan kalau tidak salah pembayaran paling lambat tanggal 10 Juli 2012. Bingung bukan??? Mau minta uang ke siapa? Ke orang tua? Kayaknya tidak ada. Saya juga kasihan sudah terlalu banyak minta uang ke ortu. Akhirnya, saya memutuskan meminjam—istilah kasarnya ngutang, hehe—uang ke Saher abi, teman bule saya, sebesar Rp 200.000,00 pada tanggal 10 Juli 2012. Hari itu juga saya langsung menuju BNI UNJ untuk membayar UMB-PT.

Oh ya UMB-PT kala itu dijadwalkan tanggal 22 Juli 2012 dan di UMB-PT ini diperbolehkan memilih 5 prodi sekaligus. Lho banyak amat??? Ya, emang banyak, kan bayarnya muuaahal sampai-sampai saya harus ngutang.. 😀 Saya memilih prodi-prodi S1 dengan prioritas sebagai berikut :

  1. Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) UNS
  2. Petenakan, Undip
  3. Kesehatan Masyarakat, Unsoed
  4. Teknik Informatika, Unsoed dan
  5. Teknik Perkapalan, Undip.

Semuanya di Jawa Tengah, karena saya memilih yang dekat dengan kampung halaman..hehe. Entah kenapa waktu itu saya tertarik untuk memilih PTIK, padahal saya sendiri blank sama yang namanya komputer. Paling yang saya tahu hanya Ms. Word dkk..hehe.

Leave a Reply