Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 14)

Camping Baca Buku di Puncak

Pada tanggal 10 Juli 2012, tepatnya setelah saya “ngutang” sama Saher abi, saya diajak dia untuk mengikuti Camping Baca Buku di Puncak. Woow, di Puncak??? Mimpi bukan ni?..batin saya ketika itu…heehe. Senangnya bukan main, habis ngutang malah diajak jalan-jalan ke Puncak..hehee 😀 . Oh ya, orang-orang Turki itu kutu buku. Sehingga tiap liburan semester, biasanya Yayasan Pasiad Turki mengadakan acara yang mereka sebut “Camping” bagi para mahasiswa yang tinggal di dershane. Namun, camping tersebut bukan camping layaknya anak pramuka yang diadakan di lapangan terbuka dan harus menggelar tenda. Camping ala turki ini unik, “Camping Baca Buku” dan tempatnya di rumah biasa.

Oke langsung ke acara camping saja ya…:D. Camping Baca Buku (CBK) ini diikuti oleh para mahasiswa yang tinggal di dershane yang tersebar di beberapa universitas ternama, seperti UI, IPB, ITB, Unpad, UGM, Unsyiah, UNJ, UIN Syahid, Unnes, UNS dsb dan ketika itu dipusatkan di Puncak, Bogor. CBK dilaksanakan selama satu minggu. Kalau tidak salah mulai tanggal 10-17 Juli 2012. Selama satu minggu saya yang masih berstatus “SISWA” dengan para mahasiswa dari berbagai PT ternama tinggal di Villa di Puncak Bogor. Selama camping, aktivitas yang kami lakukan hanya beribadah, baca buku, makan-makan dan main-main..hehe. Pokoknya mengasyikkan… 😀 .

foto bareng orang Turki

Foto Bareng Orang Turki

Dalam suasana camping yang mengasyikan, saya dan kedua teman saya tak lupa dengan perjuangan kami yang sesungguhnya, yaitu perjuangan untuk meraih sebuah impian, sebuah cita-cita besar untuk lolos ke PTN. Sambil menikmati dinginnya udara Puncak, saya masih menyempatkan diri untuk mencari sebanyak-banyaknya mengenai informasi jalur masuk ke PTN di internet. Begitu juga dengan kedua teman saya. Selanjutnya kami menemukan beberapa jalur masuk PTN lain yang tersisa, yaitu jalur Mandiri. Dari beberapa jalur mandiri, kami bertiga hanya tertarik di jalur mandiri Unnes yang disebut Seleksi Penerimaan Mahasiswa Unnes (SPMU). Akhirnya kami bertiga memutuskan untuk mendaftar SPMU Unnes jalur beasiswa Bidik Misi pada tanggal 12 Juli 2012. Di SPMU saya mengambil prodi S1 Pendidikan Matematika dan S1 Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK). Ujian SPMU sendiri dijadwalkan tanggal 28 Juli 2012.

Selama CBK, saya banyak berkenalan dengan para mahasiswa dari berbagai PTN di Indonesia. Sebuah kesempatan yang sangat baik bersilaturahim dalam kebersamaan. Selain, mengenal para bos-bos di Yayasan Pasiad Indonesia yang telah dengan ikhlas membiayai segala keperluan CBK, saya juga mencoba berkenalan dengan sebanyak-banyaknya mahasiswa yang mengikuti CBK saat itu. Karena saya sudah mendaftar dan membayar UMB-PT, sekaligus saya juga telah memilih UNS sebagai prioritas utama dalam UMB-PT, maka saya berusaha untuk mendekati para mahasiswa UNS yang mengikuti CBK. Saya berusaha untuk mendapatkan paling tidak satu nomor HP di antara mereka. Alhamdulillah, pada suatu malam ketika semua sedang kumpul bersama, “ngeteh bareng” sambil menonton video ceramah Hoja Effendi (Muhammad Fetullah Gulen)—salah satu ulama kharismatik Turki—saya berhasil mendapatkan satu nomor HP mahasiswa UNS. Namanya mas Bayu, mahasiswa Pendidikan Matematika UNS. Nomor HP tersebut saya minta sebagai persiapan, istilahnya “untuk jaga-jaga” kalau-kalau  sya diterima di UNS..heheee

foto bareng

Foto Bareng Teman-Teman CBK

Selain itu, saya juga berusaha untuk mendekati para mahasiswa Unnes, karena saya dan kedua teman sekolah saya sudah mendaftar SPMU Unnes. Singkatnya, kami mendapatkan nomor HP salah satu mahasiswa Unnes sekaligus juga alamat facebooknya. Hal tersebut kami lakukan agar kami tidak kesulitan mencari kos-kosan ketika mengikuti ujian SPMU di Unnes yang dijadwalkan pada tanggal 28 Juli 2012.

Singkat cerita, pada tanggal 17 Juli 2012 acara CBK selesai. Semua mahasiswa yang ikut, kembali ke dershane-nya masing-masing. Sebelum kami kembali ke dershane UNJ, kami tiga serangkai (saya dan kedua teman saya)…wkwkw, mampir dulu ke dershane UI yang letaknya persis hanya beberapa meter saja dari kampus UI. Sebelum balik ke Rawamangun, kesempatan itu kami gunakan untuk jalan-jalan dulu keliling kampus UI Depok sepuasnya..hehe. Setelah itu, kami kembali ke Rawamangun, Jakarta Timur menggunakan kereta api.

Leave a Reply