Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 15)

Mengikuti Ujian UMB-PT di SMA Negeri 1 Jakarta

Beberapa hari setelah kembali dari Puncak, pada tangal 20 Juli 2012 saya dan kedua teman saya membayar biaya SPMU di Bank BRI, masing-masing membayar sebesar Rp 200.000, 00. Kemudian tanggal 22 Juli 2012 saya mengikuti ujian UMB-PT di SMAN 1 Jakarta yang terletak di Jl.Budi Utomo No. 7 Pasar Baru, Jakarta Pusat. Satu hari sebelum ujian, saya sempatkan untuk mencari lokasi SMAN 1 Jakarta, baik melalui Google Maps maupun mendatanginya secara langsung. Sabtu, 21 Juli 2012 saya berkelana sendirian mencari tempat ujian UMB-PT menggunakan busway. Setelah jalan kaki muter-muter sambil melihat kertas panduan yang telah saya buat sebelumnya, akhirnya lokasi SMAN 1 Jakarta saya temukan.

Esok harinya, Minggu, 22 Juli 2012 pagi saya bergegas menuju tempat ujian dengan diantar Ferry abi menggunakan sepeda motor. Sesampainya di lokasi ujian, saya pun segera menyiapkan segalanya yang diperlukan. Ujian pun dimulai pada pukul 08:00 WIB dan berakhir pukul 12:00 WIB. Ternyata soal-soal UMB-PT sulitnya bukan main. Sama sulitnya dengan soal-soal SIMAK UI yang telah saya lalui beberapa bulan sebelumnya. Saya merasakan soal-soal UMB-PT yang saya kerjakan seperti soal-soal untuk jurusan IPS. Padahal saya sendiri mengambil jurusan IPA.

umb pt 2012

Alhasil, saya pun banyak mengerjakan soal dengan asal-asalan alias mengarang bebas.. 😀 . Saat itu saya benar-benar pesimistis bisa lolos UMB-PT. Satu-satunya harapan yang bisa diandalkan hanyalah SPMU yang ujiannya dijadwalkan pada 28 Juli 2012. Oh ya, perlu kalian ketahui ni, ketika itu bulan Ramadhan sudah datang. Sehingga saya sempat merasakan shalat tarawih dan puasa di bumi ibukota..hehe. Setelah semua perjuangan kami lalui di bumi ibukota, akhirnya dalam suasana bulan suci Ramadhan 2012, kami kembali ke kampung halaman kami di Kebumen tercinta menggunakan bus. Ketika itu kami lupa tanggal pulangnya, yang jelas kami pulang dari terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur. Hari itulah kami meninggalkan Jakarta hingga rangkaian kata-kata ini tertulis.

Pulang Kampung di Saat Perjuangan Belum Usai

Sesampainya di kampung halaman, ternyata perjuangan kami bertiga belum usai. Kami masih harus berjuang lagi untuk menghadapi ujian SPMU Unnes pada tanggal 28 Juli 2012. Alhamdulillah, kami tidak mengalami kesulitan dalam mencari penginapan selama kami di Semarang. Sebab, kami menginap di dershane Unnes bersama teman-teman mahasiswa Unnes yang sebelumnya mengikuti camping baca buku di Puncak, Bogor. Kami tinggal di dershane Unnes selama 1 malam dan sempat merasakan shalat tarawih di masjid kampus Ulul Albab Unnes. Setelah ujian SPMU usai, kami pun kembali ke Kebumen. Hari-hari selanjutnya saya hanya menunggu semua hasil ujian yang telah saya dan teman saya lalui, baik itu ujian SNMPTN Tulis, SIMAK UI, UMB-PT, maupun SPMU Unnes dengan hati yang harap-harap cemas :D. Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT, diterima ya saya sangat bersyukur. Tidak di terima pun, insya Allah saya akan menerima dengan lapang dada.

Rentetan Berita dan Hasil Perjuangan

Di hari-hari selanjutnya, pengumuman demi pengumuman diberitahukan. Satu demi satu akun ujian saya buka. Berkali-kali pula kata “MAAF” tanda tidak lolos ujian terpampang di layar laptop saya. Berkali-kali pula hati ini terasa sakit, jiwa ini seolah lemah tak berdaya melihat hasil yang sepertinya tak sesuai dengan besarnya usaha yang telah kukorbankan. Perjuangan memang tak mudah, butuh kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan untuk menerima segala hasil yang telah Dia tentukan. Akun SNMPTN Tulis saya buka dan hanya kata “maaf” yang menyapa. Kemudian akun SIMAK UI saya buka dan lagi-lagi hanya kata “maaf” yang setia menyapanya.

Di lain kesempatan, masih di bulan suci Ramadhan, hasil UMB-PT diumumkan. Ketika itu saya masih ingat, ketika dengan penuh semangat pagi-pagi saya berangkat dari rumah menuju Kantor Telkom tempat koneksi internet berada. Bergitu tiba di kantor tersebut, segera kubuka laptopku, browserku dan akun UMB-PT ku. Saat itu hatiku berdebar-debar tak menentu. Rasa takut, cemas, bimbang, dan ragu seolah bercampur padu menjadi satu. Alhamdulillah, semua kebekuanku pecah ketika ku buka akunku dan terpampang kata “SELAMAT”, tulisan lengkapnya kurang lebih, “Selamat Anda diterima di Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Universitas Sebelas Maret Surakarta’.

UNS, Menjadi Jalanku Meraih Gelar Sarjana, Insya Allah

Subhanallah, perasaanku ketika itu begitu lega, senang, bahagia, dan berkali-kali lidahku mengucap syukur Alhamdulilah. Perjuanganku selama berbulan-bulan akhirnya Allah kabulkan di bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Hasil SPMU seketika itu sudah tidak lagi saya harapkan. Saya sudah mantap di UNS. Akhirnya Allah mengizinkanku untuk belajar di Universitas Neng Solo (UNS), yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Ngetop Sedunia (UNS), Universitas Nomor Satu (UNS), dan semoga menjadi Universitas Negeri Syariah (UNS)..heheee. Alhamdulillah… 😀 . Alhamdulillah, akhirnya saya pun mendapatkan beasiswa Bidik Misi. Sehingga orang tua saya tidak menanggung biaya kuliah saya. Alhamdulillah, cita-cita saya untuk bisa kuliah dengan gratis sudah tercapai. Semoga amanah ini dapat saya tunaikan untuk mempersiapkan masa depan saya dengan sebaik-baiknya. Aamiin . Terima kasih Bidik Misi. Terima kasih UNS 😀 . Terima Kasih PTIK. Terima kasih semuanya.

Okey, sudah capek bacanya? Sudah malas mau baca lagi?..hehee. Itulah sekelumit perjuangan hidup saya dalam meraih sebuah impian beberapa tahun yang lalu. Penuh dengan lika-liku dan tetesan keringat. Saya berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat menjadi inspirasi, motivasi, dan suntikan semangat bagi mereka yang hingga saat ini masih berjuang untuk meraih impian agar bisa kuliah di PTN. Karena sesungguhnya kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Tetap semangat, tetap optimis, tetap bersabar, dan jangan lupa selalu berdoa kepadaNya.

Leave a Reply