Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 8)

Membuat Paspor

Sekitar pertengahan bulan Mei 2012 kami diharuskan oleh penyelenggara beasiswa Turki untuk membuat paspor. Ketika itu untuk membuat paspor menghabiskan uang sekitar Rp 300.000,00/orang. Padahal, saat itu uang saya tinggal sedikit untuk bekal hidup di Jakarta. Ternyata tidak hanya saya, teman satu sekolahan saya juga sedang krisis keuangan. Padahal uang sebanyak itu harus segera disiapkan untuk membuat paspor agar tidak telat menyetorkan paspor tersebut ke penyelenggara beasiswa Turki. Akhirnya berita ini kami sampaikan ke guru kami yang sangat baik, Ibu Ratna. Karena waktu yang sangat mendesak akhirnya Bu Ratna menalangi kami uang tersebut. Uang tersebut segera dikirim olehnya ke rekening salah satu abi kami, Ferry Abi. Setelah ada uang akhirnya kami mulai membuat paspor.

Kami membuat paspor di Kantor Imigrasi Cipinang, Jakarta Timur. Pada saat pertama kami ke kantor tersebut, kami mengendarai bajaj berlima yaitu saya, Muhtar, Sigit, Riri, dan Hendra. Pada hari pertama kami hanya mendaftar dan menyiapkan berbagai berkas terlebih dahulu. Hari-hari berikutnya kami mulai mengikuti prosedur pembuatan paspor yang rumit dan berbelit-belit selama hampir satu minggu. Tetapi semua itu harus kami lalui demi sebuah harapan untuk bisa melaju ke satu muara yang sama yaitu UNIVERSITAS šŸ˜€ . Bahkan kami harus rela berjalan kaki berkilo-kilometer dari dershane UNJ ke Kantor Imigrasi Cipinang dengan mencucurkan derasnya keringat. Tak tanggung-tanggung, setelah hari pertama kami berulang kali melakukan itu hingga pengambilan paspor yang sudah jadi. Hal tersebut terpaksa harus kami lakukan mengingat persediaan uang kami sudah sangat kritis, nyaris kehabisan uangā€¦hehe. Sehingga tak mungkin lagi bagi kami untuk mengeluarkan uang transportasi. Alhamdulillah, semua itu kami lakukan dengan ikhlas untuk menggapai cita-cita besar kami menuju sebuah UNIVERSITAS. Paspor yang kami buat kami ambil sekitar seminggu setelah proses adminstrasi kami lalui.

paspor

Paspor


Baca juga artikel sebelumnya : Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 7)


Pulang Kampung Sebentar

Akhir bulan Mei 2012 kami berempat yang berasal dari Kebumen pulang ke kampung masing-masing. Tujuan kami pulang adalah untuk mengurus surat-surat dan legalisasi dari SMA kami sebagai syarat mengajukan beasiswa Turki. Ketika itu kami pulang menggunakan bis umum dan berangkat dari terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Kami hanya beberapa hari tinggal di rumah. Sebab, setelah semua berkas-berkas syarat pengajuan beasiswa sudah beres, kami harus segera kembali ke Jakarta.

Beberapa hari kemudian kami balik ke Jakarta menggunakan kereta api. Kami berangkat sore hari dari stasiun Kebumen. Saat keberangkatan itu saya agak merasa sedih dan kurang bersemangatā€”mungkin yang lain juga demikianā€”karena salah satu teman kami, yaitu Sigit Setiawan tidak melanjutkan pengajuan beasiswa Turki. Ketika itu saya begitu kurang bersemangat, rasanya sangat malas untuk balik ke Jakarta. Sebab, dia teman saya satu desa sejak SD. Namun demikian, akhirnya kami bertiga tetap berangkat ke Jakarta.


Baca juga artikel selanjutnyaĀ : Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 9)


Leave a Reply