Perjuangan Berliku Menuju Universitas (Bagian 9)

Ketika berita duka itu datang

Meskipun kami fokus untuk mengajukan beasiswa Turki, kami tidak mengandalkan beasiswa tersebut. Kami masih sangat berharap di terima di PTN di Indonesia melalui SNMPTN Undangan yang telah kami ikuti beberapa bulan sebelumnya. Beberapa hari setelah kami tiba di dershane UNJ untuk kedua kalinya, tibalah saatnya hasil SNMPTN Undangan diumumkan. Perasaan saya begitu berdebar-debar sebelum mengecek hasilnya. Kedua teman satu sekolah saya yaitu Muhtar dan Riri telah mengecek terlebih dahulu. Ternyata mereka berdua tidak lolos SNMPTN Undangan. Hatiku semakin bergetar mendengar ketidaklolosan mereka. Akhirnya saya mengecek hasilnya melalui internet dan ternyata saya senasib dengan mereka. Saya dinyatakan tidak lolos juga.

Alhamdulillah. Meskipun tidak lolos SNMPTN Undangan saya tetap bersyukur. Karena saya yakin saat itu merupakan keputusan Allah yang pasti terbaik buat diri saya. Saya yakin masih banyak jalan lain untuk bisa masuk Universitas. Meskipun demikian, kedua teman saya nampaknya syok dan tampak guratan-guratan kekecewaan dalam raut wajahnya. Apalagi setelah kami saling tukar informasi dengan teman-teman satu sekolah yang ikut SNMPTN Undangan juga. Ternyata tidak sedikit dari teman kami yang lolos SNMPTN Undangan. Mengetahui kelolosan teman satu sekolah, Muhtar dan Riri semakin tambah syok.

Setelah pengumuman hasil SNMPTN Undangan tersebut Kami bertiga memutuskan untuk mengikuti SNMPTN Tulis. Hal ini kami lakukan mengingat Kami belum mengetahui kepastian untuk kuliah di Turki. Kami pun segera mendaftar SNMPTN Tulis secara online. Kami bertiga memilih SNMPTN jalur Bidik Misi, sehingga kami tidak membayar uang pendaftaran. Ketika itu saya memilih jurusan Teknik Komputer UI dan pendidikan Matematika Unnes. Pada hari Selasa, 29 Mei 2012 kami mencetak kartu ujian SNMPTN Tulis dan Alhamdulillah tempat ujian kami sama yaitu di UIN Syarif Hidayatullah (Syahid) Jakarta.

SNMPTN-2012

Selanjutnya kami bertiga bingung mau nginep di mana selama ujian berlangsung. Mengingat jarak antara dershane UNJ—Rawamangun, Jakarta Timur—tempat kami tinggal dengan UIN Syahid—Ciputat, Tangerang Selatan—cukup jauh. Sehingga butuh waktu berjam-jam untuk sampai ke UIN Syahid jika mengendarai kendaraan umum. Padahal kami harus tes di sana selam 2 hari dan tidak boleh terlambat masuk ruang ujian. Selain itu, kami juga bingung jika harus nglaju pastinya mengeluarkan biaya transportasi yang cukup banyak. Sementara keuangan kami sangat terbatas.

Akhirnya untuk mengatasi kebingungan dan kegundahan kami, kami menyampaikan “unek-unek” kepada abi-abi kami di dershane UNJ. Alhamdulillah, masalah kegundahan kami terselesaikan dengan baik setelah menyampaikan kepada abi-abi. Salah satu abi kami, Fatih Abi ternyata rumahnya di daerah Ciputat, tepatnya di tepian Waduk Situ Gintung yang dulu pernah jebol. Subhanallah. Maha Suci Allah yang telah mempermudah kami dalam berjuang untuk masa depan yang lebih baik 😀 .

Ujian SNMPTN Tulis ini dilaksanakan pada hari Selasa-Rabu, 12-13 Juni 2012. Senin sore, 11 Juni 2012 kami berangkat menuju rumah Fatih abi menggunakan busway. Kami menggunakan busway hanya sampai di daerah Jakarta Selatan. Selanjutnya untuk menuju rumah Fatih abi kami harus mengendarai metromini dan angkot. Kami sampai di daerah Ciputat ketika matahari telah tenggelam dan bintang-bintang mulai bertebaran memancarkan sinarnya yang terang 😀 . Setelah turun dari angkot kami melanjutkan dengan berjalan kaki menuju rumah Fatih abi yang terletak di tepian Waduk Situ Gintung, hanya beberapa puluh meter saja dari waduk tersebut. Kami pun melewati jalan yang mengitari waduk Situ Gintung malam itu. Karena malam hari, kami belum bisa melihat indahnya waduk Situ Gintung. Akhirnya kami sampai juga di rumah orang tua Fatih abi. Subhanallah, rumahnya bagus sekali. Rumahnya besar, unik, dan cantik terdiri dari 2 lantai. Woow, ternyata orang tua Fatih abi termasuk orang yang berada..hehee.

Kami kemudian di tempatkan di sebuah kamar yang luas di lantai 2. Kami bertiga tidur bertiga di kamar itu. Kamarnya bagus dengan tempat tidur yang besar dan dilengkapi sebuah TV LCD yang BESAR, DVD Player dan CDnya, kipas angin jumbo, dsb. Subhanallah. Kemudian kami bertiga makan malam di lantai satu. Malam itu kami bertiga belajar bersama untuk persiapan ujian SNMPTN esok harinya.

 

Leave a Reply